Rabu, 01 Februari 2012

ADA APA DENGAN SAYA?? : Nobody Gets too Much Heaven

Bismillahirrahmanirrahiim..

Sesuai dengan judul : nobody gets too much heaven (maaf ya om Bee Gees, saya pinjem judul lagunya, hehe..)
I've been thinking lately, tidak seorang pun, yang saya kenal, (ternyata) memiliki hidup yang berlimpahan dengan kebahagiaan, tanpa masalah (yang disini saya sebut dengan Surga, Heaven- soalnya hidup tanpa masalah kan suda kayak di surga, hehe)
Lha ya kok adaa aja ya masalah untuk setiap orang, ada aja yang kurang, walau menurut saya hidup orang tersebut sudah sangat lebih dari cukup..

Saya aja contohnya, minta pasangan yang baik, sudah dikasih baik,, minta pekerjaan jadi pengajar, sudah juga dikasih sama Allah jadi dosen, tapi toh ya sekarang saya masih pusing dengan berbagai masalah yang membelit saya berkaitan dengan pekerjaan dan pasangan (Nah looo...... hahahaha..)

Sedikit banyak,, saya kemudian mencoba berpikir-pikir.. Apa sih yang membuat manusia itu tidak pernah merasakan ultimate satisfaction - kepuasan yang sempurna- akan hidupnya?? Ternyata kalau ditilik-tilik,, asalah muasal semuanya adalah dari sesuatu yang namanya : KEINGINAN..

Hampir semua manusia sehat punya keinginan, bahkan ketika kemaren saya ke Rumah Sakit Jiwa pun,, saya menemukan bahwa pasien disana pun ternyata punya segudang keinginan. Ironisnya, banyak yang masuk kesana gara-gara keinginannya tidak terpenuhi dan dia tidak bisa menerima. Jadi hati-hati lah dalam mengelola keinginan anda, hehe..

Balik lagi, ketika saya nganggur, dan menemukan buku Psikologi Kepribadian saya tergeletak di karpet,, saya pun iseng membukanya, barangkali saya bisa menemukan penjelasan kenapa sih manusia itu selalu punya keinginan??

Dan akhirnya saya menemukan teorinya Pak Abraham Maslow, yang walau tidak secara langsung mengarah ke keinginan, tapi paling tidak bisa membantu saya memahami mengapa manusia selalu berkeinginan. Maslow mengatakan bahwa setiap orang pasti memiliki kebutuhan dasar, dan Maslow pun kemudian mengelompokkan kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut menjadi sebuah hierarki. Sebagai contoh begini, Maslow mengatakan, bagaimana cara orang-orang di kultur yang berbeda memperoleh makanan, membangun tempat tinggal, mengekspresikan pertemanan, dan lain sebagainya bisa bervariasi, tetapi kebutuhan dasar untuk makanan, keamanan, dan pertemanan merupakan kebutuhan yang berlaku umum untuk semua spesies.

Nah, adanya kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut menjadi penggerak (atau motivasi)  bagi manusia untuk melakukan sesuatu. Jadi, pasti ada dasar kebutuhan tertentu mengapa manusia melakukan suatu hal. Ketika satu kebutuhan telah terpenuhi, maka manusia akan beralih pada kebutuhan lain untuk dipenuhi, demikian seterusanya. Itulah (mungkin) mengapa manusia selalu punya yang namanya PENGEN, keinginan.. Soalnya ya ada banyak kebutuhannya yang belum terpenuhi itu tadi..
Tambahan terakhir dari teori kepribadian Maslow,, bahwa motivasi manusia untuk melakukan sesuatu biasanya kompleks, atau terdiri dari keinginan untuk memenuhi beberapa kebutuhan sekaligus, bukan cuma satu.. Contohnya, keinginan saya untuk memperoleh pekerjaan sebagai pengajar tidak hanya karena saya butuh uang untuk biaya hidup sehari-hari, namun juga untuk memenuhi kebutuhan kognitif (otak) saya, dan juga mungkin pertemanan yang saya inginkan.. :)

Berikut merupakan hierarki kebutuhan Maslow, dalam hierarki ini Maslow menggambarkan tingkatan kebutuhan dasar manusia (yang sama dimanapun juga), dan karena sifatnya hierarki maka kebutuhan-kebutuhan di level rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di level lebih tinggi menjadi hal yang bisa memotivasi seseorang :

Ini dia gambarnya... hehe..
 
psipop.blogspot.com


Tingkatan tertinggi dari kebutuhan Maslow adalah "aktualisasi diri". Ciri-ciri orang yang telah berhasil mengaktualisasikan dirinya adalah :
  • bebas dari penyakit psikologis ( sehat jiwanya :) )
  • telah memenuhi hierarki kebutuhan yang sebelumnya
  • menjunjung tinggi nilai B. Nilai B (B-Needs) adalah kebutuhan-kebutuhan yang yang ingin dipenuhi oleh manusia bukan karena manusia tersebut kekurangan, melainkan karena manusia itu sudah merasa cukup terpenuhi dan ingin berkembang-ingin berubah, mengalami transformasi yang lebih bermakna. Rincian B Needs manusia menurut Maslow :
  1. persepsi yang lebih efisien tentang kenyataan
    mereka mampu melihat dan membedakan baik sifat-sifat positif maupun negatif pada diri seseorang, yang mungkin tidak secara langsung dapat dilihat sebagian besar orang
  2. penerimaan akan diri, orang lain, dan hal-hal alamiah
    mereka dapat menerima diri mereka sendiri apa adanya, dan menerima orang lain dengan apa adanya pula. Meraka tidak berpura-pura, bersikap defensif, perasaan ingin menghancurkan diri sendiri, tidak terbebani oleh kecemasan dan ketakutan, dll..
  3. spontanitas, kesederhanaan, dan kealamian
  4. berpusat pada masalah
    mereka mampu membuka wawasan mereka jauh melebihi diri mereka sendiri. Mereka peduli dengan masalah-masalah yang ada di dunia ini dan mampu mengembangkan penyelesaian yang etis dan filosofis
  5. kebutuhan akan privasi
    mereka dapat memisahkan diri mereka dengan orang lain tanpa merasa kesepian. Mereka mampu merasa nyaman baik ketika sendiri maupun dikelilingi oleh orang lain.
  6. kemandirian
  7. struktur karakter demokratis
    mereka ramah dan perhatian pada orang lain tanpa membedakan suku, ras, agama, dll. Mereka pun mempunyai keinginan dan kemampuan untuk belajar dari semua orang, dan dalam belajarnya mereka menyadari bahwa mereka hanya mengetahui sedikit dari sekian banyak ilmu.
  8. diskriminasi antara cara dan tujuan
  9. rasa jenaka/humor yang filosofis
    mereka mampu membuat humor yang filosofis dan tidak menyerang orang lain
  10. Kreativitas
  11. tidak mengikuti apa yang diharuskan oleh kultur
    Mereka adalah orang-orang yang berdiri sendiri, mengikuti standar perilaku mereka sendiri dan tidak secara buta mematuhi peraturan yang dibuat orang lain.

Okeee,, cukup dengan teorinya,, hehehe....
Rasa-rasanya, damai banget gitu ya kalau kita bisa jadi orang yang bisa mengaktualisasikan diri saya. Tapi kok ya kayaknya saya masih jauuhhhh banget dari situ (lha wong kebutuhan dasar aja masih belum terpenuhi, hehehe..)

Well, mungkin penjelasan pak Maslow tadi bisa cukup memuaskan keingintahuan saya tentang kenapa sih saya itu sebagai manusia kok punya BUANYAK PENGEN,, hehe.. Sepertinya, saya sekarang masih berproses di tingkatan-tingkatan segitiganya pak Maslow yang bagian D-Needs..

Yah, tapi meski uda tahu, tetep saja saya sering galau memikirkan keinginan-keinginan saya yang sedang atau belum tercapai. Setelah beberapa waktu browse, saya pun menemukan beberapa tips (dari orang lain) untuk meredakan kegalauan seseorang jika keinginannya masih mampet pemenuhannya. Berikut yang paling bagus (menurut saya, hehe..):
  1.  Goethe bilang : Takdir mengabulkan keinginan kita, tetapi dengan caranya sendiri, bertujuan memberi kita sesuatu yang lebih dari keinginan kita. So,, believe it :)
  2. Kata ustadz Yusuf Mansyur : permasalahan adalah anugerah. Kesulitan, kesusahan, penyakit, dan penderitaan adalah salah satu jalan bagi kita untuk bisa mengoreksi diri dan mendekatkan diri pada Tuhan. Jadi, mohon lah pertolonganNya saat merasa galau, hehe..
  3. Percaya diri dan jangan pernah putus asa (anonim)

    Dan ternyata,, susah juga ya cari cara untuk mendamaikan hati saat keinginan tidak tercapai.. Again,, saya juga masih belajar.. Jadi kalau ada yang punya tips lain, share yaaaa....... Trims..

    PESAN MORAL : jangan bereaksi berlebihan kalau memang keinginan anda mentok tidak tercapai. Pengalaman PKL di Rumah Sakit Jiwa mengajarkan saya bahwa banyak orang masuk RSJ gara-gara tidak mampu mengelola jiwanya sendiri saat keinginannya tidak terwujud seperti apa yang dia bayangkan,, hehe...

1 komentar:

  1. Kata orang jawa itu namanya sawang sinawang (look each other)...Melihat sepertinya orang lain kok enak banget, padahal nggak sepenuhnya begitu

    Dulu jaman kuliah aku juga punya buanyak keinginan, yg pengen s2 ke luar negri, pengen hp, bla bla bla..Ambisius lah pokoknya..Tapi ajaibnya, setelah nikah, mindset nya berubah, karena mengutamakan keluarga daripada keinginan pribadi :)

    Saran: beli buku quantum ikhlas by Erbe Sentanu. Bagus banget tuh, selain itu juga ada bonus CD nya..insyaAllah setelah dengerin CDnya kita akan ajdi ikhlas dan bisa mengaktualisasi diri dengan baik

    semangat ya sayy..hugs

    BalasHapus